Jumat, 19 November 2010

email pengumuman

Kepada
Penerima Beasiswa BCA Finance 2010

Dengan Hormat,
Selamat kami ucapkan atas terpilihnya Saudara/i sebagai penerima Beasiswa BCA Finance 2010, dan selamat bergabung di Keluarga Besar Beasiswa BCA Finance! Anda adalah Penerima Beasiswa BCA Finance Angkatan II. Kami berharap agar beasiswa ini dapat dipergunakan sebaik mungkin untuk menunjang kelancaran proses pendidikan Saudara/i.
BCA Finance adalah Anak Perusahaan PT Bank Central Asia, Tbk yang berfokus di sektor pembiayaan mobil. Saat ini Jaringan pemasaran kami sudah relatif luas, kami telah memiliki 36 jaringan usaha yang sudah tersebar di 32 kota besar dan 20 propinsi di seluruh Indonesia. Prestasi kami tahun ini adalah mendapatkan Automotive Finance of The Year 2010 Dari Frost & Sullivan, dan Multifinance Terbaik dalam Infobank Award 2010 dan Investor Award 2010.
Berikut ini kami akan menjelaskan beberapa hal terkait terpilihnya saudara/i sebagai penerima Beasiswa BCA Finance 2010. Mohon dibaca dengan baik.
1. Meet and Greet
Akan dilaksanakan acara “Meet and Greet” di Jakarta bagi 10 penerima beasiswa terpilih. Peserta Meet and Greet akan diundang ke Kantor Pusat BCA Finance di Jakarta untuk mengikuti rangkaian kegiatan antara lain konferensi pers, jumpa dengan Dewan Direksi BCA Finance, serta tour de office. Peserta akan menginap satu malam di Jakarta dengan biaya transportasi dan akomodasi ditanggung oleh BCA Finance.

Acara Meet and Greet akan dilaksanakan pada bulan Desember 2010 (tanggal akan diumumkan kemudian). Akan dilakukan kompetisi melalui penulisan essay untuk memilih 10 penerima beasiswa yang akan mengikuti acara “Meet & Great”.

Topik Essay : Manfaat Beasiswa BCA Finance 2010 kini dan mendatang.
Format A4 Margin 3-3-3-3, Times New Roman 12, Spasi 1.5 minimal 500 kata.
Pengumpulan essay paling lambat tanggal 12 November 2010. Essay dikirim hanya melalui email ke corporate_planning@bcafinance.co.id dan di-cc-kan ke novans.sahputra@gmail.com.
Seluruh penerima beasiswa wajib mengirimkan tulisannya.

Pemenang akan diumumkan pada tanggal 19 November 2010 melalui website www.bcafinance.co.id



2. Ketentuan Beasiswa BCA Finance 2010

Mekanisme Pemberian Beasiswa

a. Beasiswa diberikan mulai semester berjalan hingga semester 8.
Jika saudara saat ini semester 3, maka akan diberikan beasiswa sebanyak 6 semester. Jika semester 5, beasiswa sebanyak 4 semester, dan jika semester 7 maka beasiswa yang akan diberikan sebanyak 2 semester.
b. Setiap semesternya, beasiswa diberikan dalam dua bentuk. Pertama adalah SPP dan kedua adalah uang saku.
c. Beasiswa SPP akan diberikan maksimum Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah) dan Beasiswa Uang Saku akan diberikan sebesar Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah).
Sebagai Contoh :
Jika SPP saudara adalah Rp 900.000,- maka akan ditransfer ke rekening kampus sebesar Rp 900.000,- tetapi jika SPP saudara adalah Rp 1.100.000,- yang akan ditransfer ke rekening kampus adalah Rp 1.000.000,-
d. Untuk keperluan transfer beasiswa uang saku, kami meminta saudara/i untuk membuka rekening di Bank Central Asia (BCA) atas nama saudara sendiri dan kemudian memberitahukan (1) No Rekening, (2) Atas Nama dan (3) Cabang BCA kepada Corporate Planning BCA Finance.
e. Selanjutnya BCA Finance akan mengirimkan
i. Dua berkas Perjanjian Kerjasama (PKS) pemberian Beasiswa BCA Finance 2010 yang harus ditanda tangani saudara diatas materai Rp 6.000,-. Satu berkas kemudian harap dikirimkan kembali ke BCA Finance.
ii. Form A (Kwitansi Resmi yang dikeluarkan BCA Finance, yang harus diisi oleh pihak kampus untuk pembayaran SPP), dan
iii. Form B (Kwitansi resmi yang dikeluarkan BCA Finance yang harus diisi saudara/i untuk mendapatkan beasiswa uang saku).
Jumlah Form A dan Form B adalah sebanyak semester saudara/i menerima beasiswa.
iv. 1 lembar Form Khusus untuk keperluan transfer beasiswa semester ini (Semester Gasal 2010/2011)
BCA Finance akan mengirimkan berkas dokumen diatas sebelum tanggal 9 November ke alamat saudara/i melalui kurir/pos tercatat.
Proses transfer beasiswa hanya bisa dilakukan setelah semua berkas diatas telah ditandatangani dan diterima kembali oleh BCA Finance.
f. Syarat untuk mendapatkan transfer beasiswa SPP adalah :
i. Slip Pembayaran SPP semester yang bersangkutan yang dikeluarkan oleh kampus (dikirimkan setiap awal semester).
ii. Form A yang telah diisi oleh bagian administrasi kampus, distempel dan ditandatangani diatas materai Rp 6.000,- oleh pihak berwenang di kampus (dikirim seluruhnya di awal beasiswa seperti yang tercantum pada point e diatas).
iii. Setelah semua persyaratan dilengkapi, BCA Finance akan mentransfer dana beasiswa untuk SPP ke rekening kampus.
g. Syarat untuk mendapatkan beasiswa uang saku adalah :
i. Transkrip asli tiap semesternya yang distempel dan ditandatangani oleh pihak berwenang di kampus saudara (dikirimkan setiap awal semester).
ii. Form B yang sudah ditandatangani oleh saudara diatas materai Rp 6.000,- (dikirim seluruhnya di awal beasiswa seperti yang tercantum pada point e diatas).
iii. Setelah semua persyaratan dilengkapi, BCA Finance akan mentransfer dana beasiswa untuk uang saku ke rekening saudara/i
h. Khusus untuk Transfer Beasiswa Semester Gasal 2010/2011 ini, kami akan mentransfer uang saku dan mengganti SPP yang sudah saudara bayarkan di semester gasal ini dengan persyaratan sbb ;
i. Saudara mengirimkan bukti asli pembayaran SPP yang sudah saudara lakukan untuk Semester Gasal 2010/2011
ii. Saudara mengisi Form Khusus dan menandatanganinya diatas materai Rp. 6000,-
iii. Kami akan mentransfer uang saku dan uang SPP semester ini sekaligus ke rekening Saudara. Mohon uang yang sudah ditransferkan ini dapat dipergunakan sebagai saldo awal untuk membuka rekening di Bank Central Asia bagi yang belum memiliki rekening BCA.

3. Beasiswa akan segera diakhiri, apabila:
a. Penerima beasiswa terbukti mengajukan atau menerima beasiswa dari pihak lain.
b. Penerima beasiswa tidak dapat memenuhi kewajiban-kewajibannya atau gagal untuk mencapai prestasi akademis yang dipersyaratkan yaitu IPK minimal 3.00; atau
c. Penerima Beasiswa terbukti telah memalsukan informasi yang dimuat dalam formulir beasiswa atau dalam dokumen yang terlampir; atau
d. Penerima Beasiswa terbukti pernah terlibat atau terlibat dalam kegiatan ilegal, misalnya penyalahgunaan dan pengedaran obat-obatan terlarang atau bentuk kegiatan kriminal lainnya; atau dalam kasus pidana; atau
e. Penerima Beasiswa terpaksa mengundurkan diri atau tidak dapat melanjutkan pendidikannya karena sakit atau alasan lainnya; atau telah dikeluarkan dari program studi / universitas dengan alasan apapun; atau
f. Penerima Beasiswa sudah menyelesaikan semester 8; atau
g. Penerima beasiswa sudah tidak lagi terdaftar sebagai mahasiswa dikarenakan pihak universitas sudah menerbitkan transkrip yang menunjukkan bahwa penerima beasiswa telah menyelesaikan pendidikannya (lulus).
h. BCA Finance tidak berkewajiban untuk memberikan bantuan pendanaan lebih lanjut jika Penerima beasiswa tidak dapat menyelesaikan pendidikannya dalam kurun waktu yang telah ditetapkan.


Alamat yang selanjutnya dipergunakan untuk korespondensi adalah sebagai berikut :
PT BCA Finance
Wisma BCA Pondok Indah Lt. 8
Jln. Metro Pondok Indah No. 10
Jakarta 12310
Up. Corporate Planning
Email : corporate_planning@bcafinance.co.id

Untuk kemudahan administrasi, mohon cantumkan kode : “BBF10” di sudut kiri atas.

Jika ada yang kurang jelas, jangan segan untuk menghubungi kami :

Novan S. Sahputra
Email : corporate_planning@bcafinance.co.id
Email dan FB : novans.sahputra@gmail.com
YM : agroholic

Bersama ini pula kami kirimkan file Data_UntukBeswanBCAF2010.xls yang berisi daftar nama penerima beasiswa BCA Finance 2010. Saudara dipersilakan untuk berkorespondensi satu sama lain, dan bergabung di group FB : Beasiswa BCA Finance. Bergabunglah bersama Penerima Beasiswa Angkatan I di group tersebut.

Demikian kami sampaikan. Terima kasih.



Hormat Kami,

Tim CSR BCA Finance Peduli
PT BCA Finance
Corporate Finance, Planning, and Investor Relation Department
Wisma BCA Pondok Indah Lt. 8
Jln. Metro Pondok Indah No. 10
Jakarta 12310
www.bcafinance.co.id

Sabtu, 17 April 2010

Shipyard layout can be divided into : a. Prior to Word War II
b. Word War II – 1960
c. 1960 – Present
SHIPYARD CLASSIFICATION
1.Prior to Word War II

Shop facilities : a. Steel
b. Pipe
c. Machine
d. etc

they are located near the shipways and outfitting piers.

Outfitting (Installation of power plant and auxiliary machinery) was accomplished for the most part after launch.\
Riveting was the major process employed for joining steel plates and parts
First generation shipyard were characterized by :
a.along
b.narrow layout
c.along the waterway





2.Word War II – 1960
Were characterized by :
a.adoption of pre-fabrication or weldment
b.high-technology steel cutting and welding
section of the ship were built in shops and transported to the shipways where there are erected.
Works area were defined but with some flexibility and more complex scheduling and planning were required.
Crane capacity was increased to accommodate the movement of larger weldments.
The ship way become assembly area
Accurate gas cutting and high capacity welding method were developed “fabrication shops increased signifinantly”


3.1960 – Present
Influenced by specialized ship type, larger ships, etc
Work station were clearly defined and fixed
Scheduling and planning → work station
When launching : 65% complete
Crew who specialize in particular system (at outfitting piers)
1967 : era of the supertanker → shipyard (capacity)
Cranes 200 ton, 600 tons, up to 1.600 tons
Heavy lift gantry cranes, jib cranes
the major advanced is the 1960s was in mold loft procedure
foruth generation
a.product oriented
b.incorporate the principle of group technology
c.new construction and ship repair department


SHIPYARD FACILITIES AND SITTING
Factor should be considered : a. analysis of potential market
b.market share
c.vendor
d.labor market
e.environmental requirements
f.energy cost
g.cost of land and its availability




analysis should be also considered urban factor :
a.proximity to open sea and protection from the sea
b.general transportation
c.technical school and university

a target shipyard capacity has been selected based market analysis.
Facilities and size must be synchronized and balanced of material and intern product
Goal of facilities layout : a. optimizing materials and work
b. minimalizing buffer storage

ideal : shop around the building dock in U shape (basic different from third generation and a yard fully applying group technology)
repair facility, third generation = x → FAILURE
graving dock : a. nearly unlimited size
b. during flooding, all materials and equipments must be moved
c. expensive

floating dock : mobile
materials handling : use large capacity gantry crane
warehousing facility : a. located adjacent to the shop which use the materials.
b. Play a primary role in executing the production schedule
production facility : a. mould loft and marking
b. cutting and edge preparation
c. blasting and painting
(most blasting operations are carried out in enclosed space)
pipe fabrication : the pipe can be assembled and welded
production service : a. utilities
b. people mover
c. small tool
d. consumable storage and staging
e. some yard have elevator / escalator at outfitting piers
utilities : electricity, potable water, sewer service, compressed air, Ar, O2, natural gas, → ideally routed underground
small tools : electrode, wire spools, etc



PROCESS LANES
Group technology ship building system are based on the organization of work, using a product oriented, etc.
Process lanes = categorization and separation of similar type of work → efficient production
Process lanes → planning, scheduling, material flow
Sub assembly
a.outfit process lanes
b.outfit parts are manufactured in shops (pipe, machine, steel metal, and electric shop)
process lanes is far from the optimal U shape (fourth generation)
the detail of exiting facilities must be taken in to work location
the establishment of workstation productivity indices is essential for the planning, scheduling, and control of works load at process line.
Key to successful group technology are :
coordinating planning, scheduling design, and material control.

Jumat, 31 Juli 2009

Minggu, 28 Juni 2009

teknik penulisan

A. Pembagian Bab, Sub bab, Sub-sub bab dan seterusnya.

  1. Bab, nomor bab yang digunakan angka romawi besar ( I,II,III, dst), bab ditulis dengan huruf besar (kapital) semua dan diatur simetris kiri-kanan (center) tanpa diakhiri dengan titik.
  2. Sub bab, nomor yang digunakan huruf besar (A,B,C,dst), semua kata dimulai dengan huruf besar, kecuali kata sambung dan kata depan, tanpa diakhiri dengan titik.
  3. Sub-sub bab, nomor yang digunakan angka arab (1,2,3 dst). Pada judul sub-sub bab hanya huruf pertama saja yang huruf besar dan diikuti dengan titik.
  4. Anak sub-sub bab, nomor yang digunakan huruf kecil (a,b,c dst). Pada judul sub-sub bab hanya huruf pertama saja yang huruf besar dan diikuti dengan titik.
  5. Pasal, nomor yang digunakan angka arab diberi tanda kurung tutup. Contoh : 1), 2), 3), dst, setelah nomor tanpa titik, pada judul pasal hanya huruf pertama saja yang huruf besar dan diikuti dengan titik.
  6. Ayat, nomor yang digunakan angka kecil diberi tanda kurung tutup. Contoh : a), b), c), dst, setelah nomor tanpa titik. Pada judul ayat hanya huruf pertama saja yang huruf besar dan diikuti dengan titik.
  7. Pembagian kategori yang lebih kecil menggunakan angka arab dengan tanda kurung tutup, contoh : (1), (2), (3), dst, tanpa titik dibelakang nomor.

B. Pemberian Nomor Halaman

1. Nomor Halaman Bagian Awal

Pada bagian awal skripsi nomor halaman yang digunakan adalah angka romawi kecil (i,ii,iii, dst ) diletakkan ditengah kertas bagian bawah dengan jarak 1,5 cm dari tepi bawah. Untuk halaman judul nomor halaman tidak ditulis tetapi harus diperhitungkan.

2. Nomor halaman bagian pokok dan bagian akhir

Pada bagian utama dan akhir nomor halaman yang digunakan adalah angka arab (1,2,3, dst), ditulis disebelah pojok kanan atas dengan jarak 3 cm dari tepi kanan dan 1,5 cm dari tepi atas. Kecuali untuk halaman yang terdapat judul Bab, maka nomor halaman ditulis di tengah bagian bawah dengan jarak 1,5 cm dari tepi bawah.

C. Kutipan

1. Macam-macam Kutipan

a. Kutipan langsung, yaitu kutipan yang dilakukan persis seperti sumber aslinya, baik bahasanya maupun susunan kata dan ejaannya.

1) Kutipan langsung pendek yaitu kurang dari tiga baris, disalin dalam teks dengan memberikan tanda kutipan di antara bahan yang d ikutip. Contoh : (“……………..”)

2) Kutipan langsung panjang yaitu lebih dari tiga baris, yang diberi tempat tersendiri dalam alinea baru diketik dengan jarak satu spasi dan menjorok masuk empat ketukan huruf dari margin kiri, tanda kutip tidak dipakai.

b. Kutipan tidak langsung, yaitu kutipan yang hanya mengambil pokok-pokok pikiran atau semangatnya saja, dan dinyatakan dengan kata-kata dan bahasa sendiri. Kutipan ini tidak diantara tanda petik, diketik seperti halnya naskah, diupayakan kutipan tidak langsung tidak terlalu panjang.

2. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kutipan

a. Setiap kutipan diberi nomor dengan angka arab untuk menuliskan nomor catatan kaki/footnote, diketik agak ke atas dari baris biasanya, tanpa diikuti tanda lain.

b. Bila bahan yang dikutip disajikan sebagai bahan yang diperbandingkan dengan bahan yang lain, maka harus ada keseimbangan dari perbandingan itu.

c. Kutipan yang diambil sebagian dari rangkaian kalimat yang ada, maka penulisan diberi jarak dengan empat titik (….) diantara kutipan yang diambil.

d. Dalam kutipan langsung, tidak boleh memasukkan pendapat sendiri, satu alinea sepenuhnya digunakan untuk kutipan langsung

e. Kutipan bisa diambil dari naskah-naskah atau cetakan seperti buku, hasil penelitian, majalah, surat kabar, dan sebagainya. Dapat juga diambil dari hasil wawancara atau hasil rekaman yang didokumentasi.

F. Footnote / catatan kaki

Footnote merupakan catatan yang menyebutkan sumber dari suatu kutipan catatan kaki juga dapat berisi suatu komentar tentang apa yang dikemukaka n dalam teks. Footenote ditulis di bawah margin dan diberi garis batas antara teks dengan footnote sepanjang 14 ketukan dengan angka kutipan diketik agak ke atas dari footnote.

1. Unsur-unsur footnote / catatan kaki

a. Nama penulis/pengarang, penterjemah, dan editor ditulis lengkap tanpa gelar kesarjanaan. Untuk penulis yang bukan penulis asli tetap dicantumkan seperti penulis asli, dengan tambahan keterangan di belakang nama tersebut, seperti penyusun, penyadur, penterjemah, dan editor.

b. Jika penulis lebih dari tiga sebagai pengganti nama penulis kedua dan lainnya dicantumkan keterangan et.al.

c. Judul buku/tulisan ditulis selengkap-lengkapnya, huruf pertama judul dengan besar kecuali kata sambung dan kata depan.

d. Nomor halaman, dalam footnote nomor halaman disingkat “hal” kemudian diikuti dengan nomor halaman yang dikutip dengan sela satu ketukan.

2. Menyingkat footnote

Sumber kutipan yang pertama kali ditulis lengkap, sedangkan footnote dari sumber kutipan yang sudah pernah dikutip sebelumnya tidak perlu ditulis lengkap dan dapat disingkat. Singkatan yang sering digunakan adalah :

a. Ibid. Singkatan dari Ibiden, digunakan bila kutipan sumber yang pertama dengan kutipan berikutnya yang sumbernya sama, tanpa disela oleh sumber kutipan lain, selanjutnya disebutkan halamannya bila halamannya yang dikutip tidak sama, jika nomor halaman sama maka tidak ditulis.

b. Op.cit. singkatan dari opera citato, digunakan apabila sumber kutipan telah disebut sebelumnya secara lengkap tetapi telah diselingi sumber kutipan yang lain. Di belakang kata op.cit. disebutkan nomor halaman yang dikutip.

c. Loc.cit. singkatan dari loco citato, digunakan bila pada halaman yang sama telah ada kutipan dari sumber yang telah dikutip sebelumnya, tetapi diselingi dengan sumber kutipan lain.

Senin, 30 Maret 2009

Teknologi dan Dampak yang Ditimbulkan Dalam Masyarakat

Pada hakikatnya, teknologi merupakan sesuatu yang mempermudah dalam segala aspek kehidupan manusia. Tidak terlepas dari filosophy Cina yakni Yin dan Yang, teknologi dapat dianalogikan sebagai pedang bermata dua.
Seiring dengan laju globalisasi, masyarakatpun ikut berkembang baik itu peradaban maupun ideologinya. Di bawah ini bisa dilihat dengan jelas masyarakat yang beradab atau modern dengan yang tidak
perempuan modern
perempuan belum modern

Masyarakat modern bisa dilihat dari :
  • kulit
  • penampilan
  • lingkungan
  • makanan
Kemajuan teknologi juga membuat lifestyle masyarakat berubah. Pada tahun 1970-1980an masyarakat Indonesia masih sering bercengkrama dengan tetangga. Pada saat anda sekalian membaca artikel ini, kegiatan sosial-budaya masyarakat sudah kian luntur.

bayi kota bermain PS

anak desa bermain egrang

perumahan elit yang hening

perkampungan yang ramai

Dalam hal "Teknologi mempengaruhi lifestyle masyarakat modern" kita bisa sedikit menyimpulkan dzengan slogan 3F (food, fun, and fashion)
a. food
masyarakat modern senantiasa mengonsumsi makanan siap saji, seperti mie instan, kopi instan, nasi instan, bahkan bubur instan. Sifat konsumtif merekapun kian diexplore dengan "nongkrong" di mal-mal atau sebatas makan di restaurant siap saji.





b. fun
teknologi memberikan sumbangsih yang besar dalam perkembangan "dunia malam" dan perubahan ideologi indvidu. Hal ini sudah tidak tabu terutama untuk kota Bandung (Saritem), Semarang (Sunan Kuning), Surabaya (gang Doli), dan banyak lagi.

c. fashion
pakaian muda-mudi saat ini sudah sangat jauh dari yang diremomendasikan Islam, mulai dari mode sekswilda (seksi wilayah dada), tank top, pakaian yang "ngepres" tubuh, dan aneka model aneh lainnya.



masyarakat juga mengalami penurunan dalam olah gerak karena kepraktisan yang mereka temui dalam berbagai kegiatan.
Tidak adil ketika kita membicarakan tentang kemajuan teknologi hanya dampak negatifnya saja. Sisi positifnya dapat kita lihat seperti kecepatan dan keakuratan data, kemajuan dunia ICT (Information and Communication Technology) dan dunia-dunia lain yang kini sudah memakai sistem Electronic Data Process (EDP).

jet tempur

satelit



Sabtu, 03 Januari 2009

KODE ETIK INSINYUR INDONESIA
"CATUR KARSA SAPTA DHARMA INSINYUR INDONESIA"


PERTAMA, PRINSIP-PRINSIP DASAR

  1. Mengutamakan keluhuran budi.
  2. Menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk kepentingan kesejahteraan umat manusia.
  3. Bekerja secara sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat, sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
  4. Meningkatkan kompetensi dan martabat berdasarkan keahlian profesional keinsinyuran.



KEDUA, TUJUH TUNTUNAN SIKAP

  1. Insinyur Indonesia senantiasa mengutamakan keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan Masyarakat.
  2. Insinyur Indonesia senantiasa bekerja sesuai dengan kempetensinya.
  3. Insinyur Indinesia hanya menyatakan pendapat yang dapat dipertanggung jawabkan.
  4. Insinyur Indonesia senantiasa menghindari terjadinya pertentangan kepentingan dalam tanggung jawab tugasnya.
  5. Insinyur Indonesia senantiasa membangun reputasi profesi berdasarkan kemampuan masing-masing.
  6. Insinyur Indonesia senantiasa memegang teguh kehormatan, integritas dan martabat profesi.
  7. Insinyur Indonesia senantiasa mengembangkan kemampuan profesionalnya.